TBS yang dikembangkan oleh Puspendik sedikit banyak mengacu pada pengembangan SAT (Scholastic Aptitude Test). SAT merupakan tes potensi yang digunakan sebagai salah satu alat selesksi masuk perguruan tinggi di Amerika. TBS dikembangkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang terdiri dari 3 subtes dan masing-masing subtes mempunyai beberapa sub lagi. Ketiga sub tersebut mengukur kemampuan bernalar seseorang. Berikut ini rincian masing-masing subtes TBS:
- Subtes Verbal : mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan logika verbal untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan masalah kata/bahasaSubtes verbal terdiri dari: Sinonim, Antonim, Analogi dan Wacana
- Subtes Kuantitatif: mengukur kemampuan matematis sederhana, memahami konsep matematika dan menggunakan logika angka untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan angka.Subtes Kuantitatif terdiri dari: Deretan Angka, Aritmatika dan Aljabar, dan Geometri.
- Subtes Penalaran: Mengukur kemampuan untuk memilih dan mengorganisasi informasi yang relevan untuk menyelesaikan masalah.Subtes Penalaran terdiri dari: Logis, diagram dan Analitis.
TBS digunakan untuk berbagai kepentingan, diantaranya:
- Alat ukur dalam sistem seleksi masuk perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, TBS terbukti valid dan reliabel sehingga sangat sesuai jika digunakan sebagai alat seleksi.
- Peminatan di tingkat SMA, siswa yang menunjukkan skor tinggi pada subtes verbal disarankan untuk masuk ke jurusan IPS, sedangkan siswa yang tinggi pada subtes kuantitatif disarankan untuk masuk peminatan IPA. Untuk kedua peminatan tersebut siswa dituntut memiliki kemampuan penalaran yang tinggi pula.
TBS di SMK 1 Kedungwuni dilaksanakan pada hari Selasa, 1 Oktober 2019 yang diikuti oleh seluruh kelas XII ( 7 kompetensi Keahlian), Tes Bakat dilaksanakan 2 sesi mulai Pukul 08.00 - selesai.




0 Comments